(terinspirasi oleh seorang teman)
kulihat
mahluk ciptaan tuhan
di antara sesama mahluk lainnya
masing-masing dengan ceritanya sendiri
kudekati
hanya karena senyumnya menjadi jendela
ke sebuah taman yang tenang nan damai
kuintai
layaknya seorang pemburu
detik demi menit
jam demi hari
minggu demi bulan
hingga akhirnya
kuketuk
dan kemudian pintu itu dibukakan untukku
aku menerobos masuk seperti seorang penjahat
namun diterima dengan lapang dada
kurangkul kudekap kudampingi
nian mesranya
melalui lika-liku kehidupan
seakan jam adalah detik, tahun adalah hari
kuraih
perasaan menjadi seorang lelaki
dengan tangan lain yang menggenggam tanganku
yakin dan siap
bahwa segala sesuatu tidak selalu berjalan
mulus sesuai harapan dan antisipasi
namun terjadilah perguliran
yang tidak terelakkan
dan akupun menjauh
siapa yang mengira
kemudian pintuku diketuk
namun tetap tertutup
tak kusangka hati mampu berpaling
tak kuduga kau bukanlah untukku
tak kuterka masih ada yang melebihi ketulusanku
yaitu kekhilafanku
maaf
kusimpulkan memang begitu alur benang merahnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment